Penulis : Desi Rahmadhani
Editor : Halimatus Sa’Diyah

(Foto : Marginal.expo)
Berita FFN – Aliffiansyah Rizky Ergion, mahasiswa angkatan 2018 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR, berjaya dalam gelaran kompetisi yang diadakan oleh LPM Marginal FEB Universitas Mataram pada 31 Juli 2021. Tidak hanya meraih satu gelar juara saja, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) tersebut sukses menyabet empat gelar juara sekaligus dalam kategori yang berbeda. Mahasiswa kelahiran Sidoarjo ini merupakan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) FPK UNAIR. Hal tersebutlah yang memacu semangatnya agar bisa terus berprestasi dan aktif. Aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi di tingkat nasional membuat prestasi yang ia miliki tidak diragukan lagi.
Ketika dihubungi tim Reporter Fish Flas News (02/09/2021), Kak Alif–sapaan akrabnya–mengaku mengikuti lomba ini bersama dengan beberapa temannya. Selain itu, ketertarikan untuk mengikuti lomba ini karena berharap dapat mengenalkan lebih luas kepada masyarakat mengenai keanekaragaman kuliner yang ada di Indonesia.
“Jadi, menurut tim aku ada potensi untuk bisa mengenalkan wisata kuliner Indonesia dalam ajang kompetisi ini. Mengingat keberagaman kuliner Indonesia sebagai jati diri Bangsa Indonesia merupakan negara yang mendapat julukan surga dunia yang istimewa dengan hamparan keberagaman budaya, pakaian tradisional, bahasa, suku, agama, ras serta kuliner yang dapat menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Kuliner Indonesia dikenal dengan rasanya yang kaya akan rempah-rempah, hal tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang patut dijuluki sebagai surganya para penikmat kuliner. Melalui karya visual ini, kami ingin memperkenalkan dan mengajak seluruh kalangan masyarakat untuk meningkatkan rasa cinta terhadap kuliner Indonesia. Kami menyajikan salah satu contoh kuliner khas dari pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Papua,” ungkapnya.
Kak Alif mengaku bahwa tidak menyangka bisa mendapatkan empat gelar juara dalam 1 ajang kompetisi. “Jujur saya dan tim tidak menduga karena dalam ajang kompetisi ini kami mengikuti dua perlombaan dengan kategori berbeda yaitu, fotografi dan poster. Alhamdulillah dua kategori tersebut kami mendapat juara dua ditambah keduanya ternyata juga menjadi juara favorit. Sebenarnya tidak menyangka karena penilaian juara 1,2, dan 3 pure berasal dari juri. Sedangkan untuk juara favorit berdasarkan like,” imbuhnya.
Kendati demikian, perjalanan Kak Alif dalam mengikuti kompetisi tak selalu berujung pada manisnya kemenangan. Oleh karena itu, Kak Alif berpesan kepada seluruh mahasiswa terutama yang masih melakukan studi di Fakultas Perikanan dan Kelautan, UNAIR agar terus bersemangat dalam berkompetisi. “Terus berusaha dan jangan pernah menyerah untuk bisa meraih setiap hal yang menjadi tujuan kita. Bagiku yang terpenting itu adalah niat untuk mau mencoba, setelah itu percaya pada diri. Jangan terlalu overthinking pada hasil, entah menang atau kalah itu hal biasa. Jika, kita menang ya bersyukur tapi kalau gagal itu bisa dijadikan bahan evaluasi agar lebih baik lagi dalam kompetisi selanjutnya.”(*)
Kommentare