top of page

INOVASI MASKER BERBAHAN LIMBAH KULIT UDANG MAHASISWA FPK UNAIR

Writer: fishflashnewsfishflashnews

Penulis: Achmad Rahedi Dwi Subhakti

Editor: Lisa Elida


Chitomask Masker Ramah Lingkungan Berbahan Limbah Kulit Udang (31/08/2021) (Foto: Instagram @chitomask.filtermasker)

Reza Istiqomatul Hidayah (31/08/2021) (Foto: dokumentasi Reza Istiqomatul Hidayah)


Berita FFN - Melalui ide inovatif Reza Istiqomatul Hidayah, mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga yang dituangkan dalam Progran Kreatifitas Mahasiswa (PKM), beliau dan tim berhasil lolos didanai dalam kategori PKM-Kewirausahaan untuk merealisasikan masker ramah lingkungan berbahan limbah kulit udang.


Dilatarbelakangi dari keprihatinannya tentang limbah kulit udang yang semakin menumpuk mengakibatkan pencemaran lingkungan khususnya di wilayah Surabaya-Sidoarjo, Reza dan tim menggagas sebuah inovasi yang dapat mengatasi persoalan tersebut. "Hal ini dikarenakan saat ini jumlah udang di Jawa Timur mencapai 69.267.430 kg dan semakin meningkat pula limbah yang dikeluarkan sesuai nilai produksi udang, khususnya di Sidoarjo dan Surabaya, terlebih limbah di sekitar Surabaya jarang dimanfaatkan sehingga diperlukannya inovasi baru," ujarnya.


Masker inovasi mahasiswi FPK ini dinamai Chitomask. Selain memanfatkan limbah perikanan sebagai bahan pembuatnya masker ini juga memiliki keungulan berupa aktivitas antimikroba dan lebih mudah terurai sehingga cukup ramah lingkungan. "CHITOMASK adalah masker kain non medis dengan desain trendi berbahan filter kitosan yang memiliki aktivitas antimikroba dan biodegradable sehingga mudah terurai di lingkungan dalan waktu 1 bulan," tutur Reza.


Chitomask dijual dengan harga Rp. 15.000-22.500 dan telah tersedia di berbagai platform penjualan online seperti Shopee dan Power Merchant Tokopedia. Pembeli juga dapat memesan masker melalui sosial media instagram @chitomask.filtermasker dan via whatsapp. Harga chitomask tergolong dalam range menengah sehingga cukup potensial untuk dikembangkan penjualanya pada gerai-gerai.


Reza dan tim berharap melalui inovasinya ini dapat menumbuhkan kesadaran diri masyarakat khususnya mahasiswa untuk peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan limbah sebagai produk bernilai jual dan tentunya mengunakan produk yang ramah lingkungan. "Harapannya, yuk bareng-bareng kita sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa perikanan lebih peka terhadap lingkungan sekitar khususnya limbah perikanan, sehingga dapat diolah menjadi produk tambah dari yang semula limbah perikanan bernilai low price menjadi high price. Dimulai dari hal kecil, seperti mengolah limbah kulit udang menjadi masker non-medis, dan dapat meningkatkan perekonomian nelayan dan masyarakat pesisir. Jangan takut untuk mencoba dan gagal, karena kesempatan gagal akan sama-sama kita habiskan saat muda. Hitamkan kulitmu, merahkan isi dompetmu!" tutupnya.(*)

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

©2020 by Fish Flash News

bottom of page