KAWAL KASUS DANA JAKET BEM: DLM BUKA FORUM AUDIENSI
- fishflashnews
- Jun 19, 2021
- 2 min read

Berita FFN – Jumat (18/06/2021) telah berlangsung forum audiensi Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga. Forum tersebut dilaksanakan secara online melalui zoom meeting dan disiarkan secara langsung melalui instagram @dlm.unair pada pukul 21.00 WIB.
Ketua DLM, Nur Sahila menjelaskan bahwa diadakannya forum terbuka tersebut sebagai bentuk pengawasan dan juga bentuk transparansi terkait dugaan penggelapan dana jaket BEM UNAIR yang belakangan ini telah menjadi isu yang beredar bahkan sampai ke eksternal.
“Kemudian saya mengundang Ketua BEM yaitu mas Chaq, Wakil ketua BEM yaitu Mas Risyad. Kemudian Menteri Ekonomi Kreatif BEM UNAIR yaitu Mas Achmad Alak. Kemudian Mas Zined selaku Inspektor Jendral,” ujar Sahila.
Dalam forum ini, Alak dan Risyad menjelaskan secara singkat terjadinya kasus dugaan penggelapan dana jaket BEM. Alak juga menampilkan beberapa bukti sebagai pendukung pernyataan yang telah disampaikan seperti bukti chat, video pihak penjahit yang menyatakan bahwa tidak mengetahui Widhi selaku vendor dan pemesanan jaket BEM UNAIR serta rekaman pembicaraan antara Alak dan Chaq mengenai peminjaman uang 20 juta di Dirmawa.
Risyad, wakil BEM mengaku bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses pengerjaan jaket tersebut. Dirinya menuturkan bahwa tidak tahu-menahu karena dirinya mempercayakan kepada Alaq karena ini merupakan program kerja. Selain itu, Risyad juga menjelaskan bahwa dirinya juga tidak mengetahui perihal peminjaman uang ke dirmawa sebanyak 20 juta yang dilakukan oleh Chaq.
“Karena setiap proker itu saya koordinasi cukup baik seperti itu. Bagi tugas, si Chaq mungkin menangani kementrian a, b, c dan saya d,e,f dan sebagainya,” jelas Risyad mengenai komunikasinya dengan Chaq. “Saya juga baru tahu jawabannya dari Alak sendiri. Demikian juga mengenai rekaman yang diputar oleh alak tadi bahwasannya memang saya tidak dikehendaki tahu dan juga kalo bisa jangan sampai ada orang yang tahu,” lanjutnya.
Sebelumnya diketahui bahwa Chaq selaku ketua BEM UNAIR sedang dalam perjalanan ke Surabaya. Sedangkan Zined selaku Inspektor Jendral BEM UNAIR tidak dapat hadir karena menunggu pembahasan di internal BEM.
Dikarenakan beberapa pihak tidak dapat hadir dalam forum, DLM melakukan penundaan. DLM juga akan melakukan diskusi internal terkait langkah selanjutnya dan bergerak cepat mengawal kasus ini.
“Kita semua tentu berharap masalah ini cepat selesai, nama UNAIR baik lagi dan kita juga bisa mengembalikan sebagaimana organisasi di tingkat universitas seharusnya,” tutup Sahila.(*)
Penulis : Fida Fransisca
Editor : Kusnul Khotimah
留言