KKP DORONG PEMANFAATAN RUMPUT LAUT DAN LIMBAH PERIKANAN
- fishflashnews
- Sep 6, 2021
- 1 min read
Penulis: Fida Fransisca
Editor: Sinta Elisa Oktavia

KKP menciptakan formula produksi pupuk hayati berbasis rumput laut dan limbah perikanan (Foto: Humas KKP)
Berita FFN – Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rumput laut terbesar di dunia. Pada tahun 2019, produksi rumput laut nasional mencapai 9,9 juta ton atau sekitar 60,7% dari total produksi perikanan budidaya nasional. Akan tetapi, pemanfaatan rumput laut di Indonesia masih jauh dari kata maksimal.
Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengembangkan pemanfaatan rumput laut yang telah dikombinasikan dengan limbah perikanan menjadi produk pupuk hayati. Melalui pengembangan tersebut, besar harapannya terhadap masalah kekurangan kebutuhan pupuk nasional dapat terselesaikan.
“Formulasi produksi pupuk hayati berbasis rumput laut dan limbah perikanan kami harapkan dapat memiliki efisiensi yang kuat setara dengan pupuk kimia, sehingga dalam jangka pendek dapat memenuhi kebutuhan kekurangan pupuk di kalangan petani,” ujar Andi Akmal Pasluddin, Anggota Komisi IV DPR RI.
Pengolahan pupuk hayati rumput laut dan limbah perikanan tentu lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan pupuk kimia. Selain itu, bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi mudah ditemukan dan melimpah.
“Tak hanya itu, pupuk organik tersebut juga mampu menghindarkan dari hama sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, memperbaiki kualitas tanaman, serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan.
Riset pupuk hayati tersebut diwujudkan oleh Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP). Salah satu peneliti BBRP2BKP mendapatkan penghargaan Satyalancana Wira Karya sebagai bentuk apresiasi jasa para peneliti dalam memberikan darma bakti kepada negara dan bangsa Indonesia pada Selasa (17/08/2021).(*)
REFERENSI:
Comments