Penulis : Trisia Adi Ningrum
Editor : Arianti Isthifarani

Berita FFN - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) KP mulai perkenalkan Karamba Jaring Apung (KJA) dengan Sistem Manajemen Air dengan Resirkulasi dan Tanaman (SMART) yang dinilai ramah lingkungan dan dapat mengurangi limbah budidaya ikan. Sisa pakan yang terbuang dan sisa metabolisme ikan dari kegiatan KJA merupakan sumber pencemaran organik. Sehingga dapat menyebabkan terjadinya eutrofikasi yang diakibatkan tingginya konsentrasi fosfor dan nitrogen. Teknologi ini mengadopsi sistem akuaponik yang telah dimodifikasi sehingga dapat diterapkan di perairan waduk dan danau. Prinsip kerja teknologi resirkulasi air dengan memanfaatkan tumbuhan sebagai fitoremidator dan filterisasi yang dapat memperbaiki kualitas air.
Salah satu, permasalahan yang telah ditemukan di lapangan adalah permasalahan waduk Kaskade Citarum, Jawa Barat (Jabar). Waduk ini telah tercemar akibat dari input sungai yang bermuara di waduk tersebut juga berasal dari kegiatan budidaya ikan dalam Karamba Jaring Apung (KJA). Untuk itu, diperlukan suatu teknologi budidaya ikan dalam KJA yang ramah lingkungan sehingga mampu mencegah dan mengendalikan beban cemar tersebut.
Pada Selasa (15/3/2022), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Waduk Djuanda, Jatiluhur, Jabar, bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Di BRPSDI, Menteri Trenggono diperlihatkan miniatur atau maket KJA SMART dan dijelaskan mengenai cara kerja dan keunggulan teknologi tersebut. Senada, Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta mengutarakan bahwa pihaknya telah menghasilkan inovasi-inovasi untuk mengurangi pencemaran di waduk dan danau, salah satunya melalui teknologi KJA SMART.
KJA SMART dinilai memiliki berbagai keunggulan, menurut Kepala BRPSDI Iswari Ratna Astutimengatakan bahwa hasil penelitian teknologi KJA SMART itu mampu mengurangi beban cemar bahan organik, nutrient N dan P dari aktivitas budi daya ikan yang masuk ke perairan. Selain memiliki keunggulan dalam inovasi ramah lingkungan, KJA SMART dibuat agar dapat menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata di Waduk Jatiluhur.(*)
Referensi :
Antara. (2022). KKP Perkenalkan Inovasi Keramba Jaring Apung SMART Ramah Lingkungan. Diakses pada 19 Maret 2022 melalui https://www.antaranews.com/berita/2768005/kkp-perkenalkan-inovasi-keramba-jaring-apung-smart-ramah-lingkungan
Kompas. (2022). Kementerian KP Kembangkan KJA SMART Ramah Lingkungan untuk Kurangi Limbah Budi Daya Ikan. Diakses pada 19 Maret 2022 melalui https://nasional.kompas.com/read/2022/03/18/16365781/kementerian-kp-kembangkan-kja-smart-ramah-lingkungan-untuk-kurangi-limbah?page=all
Sariagri. (2022). Mengenal Keramba Jaring Apung SMART, Inovasi yang Dikembangkan KKP. Diakses pada 19 Maret melalui https://perikanan.sariagri.id/91232/mengenal-keramba-jaring-apung-smart-inovasi-yang-dikembangkan-kkp
Comments