top of page

PANTANG MENYERAH, TEAM PKM-KC FPK UNAIR REALISASIKAN AMTIDA

  • Writer: fishflashnews
    fishflashnews
  • Sep 3, 2021
  • 2 min read

Penulis: Septi Indilusiantari

Editor: Syafrida Purbianita

Program AMTIDA (Foto: dokumentasi PKM-KC FPK UNAIR)


Berita FFN - Salah satu kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) akan menuju tahap Monitoring dan Evaluasi Eksternal. Kelompok tersebut terdiri dari 5 mahasiswa yang diketuai oleh Lia Oktavia Ika Putri dan dianggotai oleh Lalu Aldy Kurnia Aji, M. Fiyan, Putri Alia, dan Kamiliyah Zahrah.


Lia beserta anggota membuat PKM yang berjudul “Alat Sensorik Kualitas Air Otomatis Berbasis Android Ramah Lingkungan dengan Solar Panel guna Optimalisasi Budidaya Bioflok” yang lebih dikenal dengan nama AMTIDA melalui PKM Karya Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemristekdikti). Mereka termotivasi dari banyaknya pembudidaya ikan yang masih takut untuk melakukan budidaya dikarenakan sulitnya menjaga dan memprediksi kualitas flok pada kolam, padahal budidaya perikanan bioflok termasuk salah satu sistem budidaya yang sangat efektif dan mempunyai banyak keuntungan. Oleh karena itu, mereka berinovasi dengan membuat alat pendeteksi kehidupan flok pada budidaya bioflok, sehingga pertumbuhan dari bioflok tersebut akan terlihat dan lebih terkontrol secara mudah dengan menggunakan ponsel pintar.


“Produk yang kami buat memiliki empat sensor yaitu suhu, DO, nitrogen dan glukosa. Keempat sensor ini nantinya akan mengukur kualitas air secara intensif untuk mengetahui tingkat flok yang ingin kita ketahui, selanjutnya hasil pengukuran akan dibaca melalui aplikasi yang dapat di download di ponsel pintar, nantinya dalam aplikasi itu akan terlihat bagaimana kualitas flok yang kita miliki dan akan memberikan saran perlakuan jika flok tersebut mengalami masalah,” jelas Aldy.


Untuk membuat bahkan merealisasikan program tersebut memerlukan usaha dan pengorbanan yang besar, waktu yang tidak sebentar, serta biaya yang tidak sedikit. Banyak sekali rintangan maupun kendala yang dihadapi oleh mereka. Akan tetapi, mereka tetap pantang menyerah, tetap selalu maju, dan mengatasi kendala tersebut, serta mereka saling mensupport satu sama lain demi keberhasilan produk yang mereka buat.


“Harapan saya pkm kami kedepannya dapat terus maju hingga pimnas dan mendapatkan medali emas di pimnas 34 nanti, serta alat ini mampu menjadi solusi dari permasalahan tentang sulitnya budidaya sistem bioflok yang kini menjadi masalah bagi pembudidaya.” ujar Lia.


Lia memberi tips kepada semua mahasiswa yang ingin berprestasi dan berjuang dibidang PKM, “Tetap semangat dan selalu berusaha. Intinya rajin membaca, memiliki keinginan yang tinggi dan implementasikan inovasi kita sebagai dasar pengabdian kita kepada masyarakat.” Aldy juga menambahkan, “Jangan mudah menyerah aja, sama terus berusaha untuk evaluasi di setiap kegagalannya. Dan jangan pernah sombong ketika berhasil, terus menjadi air yang mengalir dan memberikan manfaat bagi sekitarnya”.(*)


コメント


Post: Blog2_Post

©2020 by Fish Flash News

bottom of page