Penulis: Khairaniyatul Iftitah
Editor: Lisa Elida

Sepasang kaki melangkah perlahan
Dengan langkah gontai, sesekali kubangan air memaksa diri untuk melompat
Tetesan air langit menyatu dengan tetesan dari payung hitam
Genggaman tangan pucat pasi tampak erat di gagang payung
Mata pun terasa lelah, tak kuasa membendung
Rupanya hari ini langit merasakan hal yang sama
Perasaan yang jika dituangkan dalam coretan pena dapat merobek lembaran kertas manapun
Luluh lantak hati yang semula seperti baja
Di bawah payung hitam itu
Terbesit kenangan bersama dia yang katanya sehidup sejiwa
Hei, kawan
Kini kita berbeda ruang dan waktu
Langit akan menggantikan aku, untuk menemanimu
Comments