top of page

PENTINGNYA PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM MEWUJUDKAN SDGs

  • Writer: fishflashnews
    fishflashnews
  • Jun 10, 2021
  • 3 min read

Penulis: Septi Indilusiantari

Editor: Annisa Rizki Nurhasyimi

Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan Siaran Pers mengenai SDGs, Minggu (6/6/2021) (Foto : Humas BPRSDM KKP)



Berita FFN - Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya perairan. Kekayaan tersebut tidak hanya harus dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia, tetapi juga harus disertai dengan penjagaan terhadap kelestarian perairan. Oleh karena itu, agenda sustainable blue economy menjadi prioritas di seluruh wilayah pantai di Indonesia dengan harapan dapat diwujudkannya pertumbuhan ekonomi inklusif yang menjadi bagian penting bagi penyelesaian masalah-masalah SDGs (Sustainable Development Goals).


Dilansir dari website resmi KKP (4/5/2021) dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Presiden Joko Widodo memberikan mandat tentang pelestarian dan pemanfaatan secara berkelanjutan sumber daya kelautan dan samudera untuk pembangunan berkelanjutan, dalam upaya mewujudkan SDGs 14. Sjarief Widjaja selaku Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan menyatakan, bahwa terdapat target khusus yang harus tercapai oleh KKP diantaranya yaitu dapat mengurangi pencemaran laut, mengelola, melindungi dan melestarikan laut; meningkatkan manfaat ekonomi dari penggunaan sumber daya ikan berkelanjutan; meningkatkan pengetahuan ilmiah pengembangan kapasitas penelitian dan alih teknologi kelautan; dan mengimplementasikan dan penegakan hukum laut internasional.


“Kegiatan-kegiatan yang terjadi di darat secara langsung akan berdampak kepada semua kehidupan di laut. Limbah industri pertanian dan rumah tangga juga berperan dalam pencemaran laut, karena belum sempurnanya sistem pengolahan air limbah, keberadaan sampah plastik di lautan juga menjadi problematika sendiri. Ini adalah beberapa tantangan yang kita hadapi. Berdasarkan arahan Presiden, saat ini Indonesia tengah mengadopsi konsep ekonomi biru (blue economy), prinsip-prinsip pembangunan yang berbasis ekonomi biru adalah kita harus konsisten dengan kesehatan laut. Kita harus mulai melakukan pengukuran kesehatan laut Indonesia. Universitas Hasanuddin dan Universitas Trengganu Malaysia, mohon berkenan mungkin dapat mengembangkan suatu konsepsi untuk mengukur posisi kesehatan laut Indonesia. Butuh inovasi dan kreativitas untuk mengatasi tantangan dalam mewujudkan laut yang sehat, laut yang bersih, laut yang tangguh, laut yang aman dan produktif.” Ujar Sjarief.


Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga memberitahukan, jika KKP memilki tiga prioritas di tahun 2021-2024, yakni peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap, pengembangan perikanan budidaya, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal seperti kampung Lobster, Lele, Nila, Kakap, hingga Kampung Rumput Laut. Pemberitahuan tersebut juga merupakan langkah terobosan dari penerapan ekonomi biru di Indonesia. Guna mewujudkannya, KKP melaksanakan perencanaan penataan pengelolaan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) untuk peningkatan PNBP; menjadikan WPPNRI 714 sebagai kawasan spawning and nursery ground, untuk memberikan kesempatan komoditas unggulan tumbuh dan berkembang biak, meningkatkan komoditas perikanan budidaya untuk ekspor; membentuk konsep shrimp estate untuk kegiatan budidaya dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan lahan yang clear and clean, kegiatan pembenihan, pabrik pakan, pembesaran hingga pengolahan yang terpadu dalam satu wilayah, dengan menerapkan prinsip pengelolaan berkelanjutan dan melibatkan masyarakat; revitalisasi tambak percontohan kluster udang 2020-2024 di tambak-tambak idle di Indonesia, hingga pembangunan Millenial Shrimp Farm (MSF) 2020-2024.


Selain itu, dalam pelaksanaannya dibutuhkan peran dari stakeholders termasuk perguruan tinggi dan seluruh civitas akademika dalam mendukung berbagai program terobosan KKP, untuk meningkatkan devisa negara dan peningkatan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia. Pihaknya pun berharap seluruh perguruan tinggi dapat menjadi Learning Center yang mampu membangun pengetahuan sektor kelautan dan perikanan; menjadi center of excellent; penyedia SDM kompeten; pelibatan publik; melaksanakan scientific based, riset, inovasi dan solusi serta kolaborasi dan knowledge sharing.


Sjarief menegaskan,” Kami juga berharap perguruan tinggi dapat membangun suatu citra baru dalam menciptakan nelayan milenial, anak muda dengan semangat yang baru, melek teknologi dan modern, dan mampu menciptakan model bisnis baru. Ini yang kita harapkan dari perguruan tinggi dan pada saatnya nanti kami mengundang seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk bersama-sama terjun ke dalam sentra-sentra shrimp estate, lobster estate maupun yang bersifat kampung-kampung budidaya lokal yang sifatnya tematik, dengan begitu lulusan kita tidak lagi mencari kerja tetapi menciptakan lulusan yang langsung berinteraksi dengan masyarakat, membangun ekstensi dengan kemampuan khusus dan terjun sebagai enterpreneur-entrepreneur muda.”(*)


Comments


Post: Blog2_Post

©2020 by Fish Flash News

bottom of page