top of page

PISAH

Writer: fishflashnewsfishflashnews

Penulis : Trisia Adi Ningrum

Editor : Halimatus Sa’Diyah


Bagian 1


Tepat hari ini adalah hari pertama Riris berganti seragam dari SMP ke SMA, masa orientasi siswa telah dilaluinya dan hari ini ia akan mulai menempuh pendidikan di jenjang SMA. Riris sangat semangat berangkat menuju sekolah, ia berharap akan bertemu teman-teman baru yang menyenangkan dan membuat ia betah berlama-lama di sekolah. Tibalah Riris di sekolah, kemudian ia bergegas masuk kelasnya yaitu IPA 2. Riris menemukan tempat duduk nomor dua yang masih kosong, terlihat juga masih sedikit murid yang ada di kelas karena jam menunjukkan masih pagi. Hampir setengah jam telah berlalu dan telah banyak siswa yang datang namun tak sedikitpun ada siswa yang mau duduk sebangku dengan Riris.


Jam menunjukkan hampir pukul tujuh dan terlihat dua orang siswa masuk kedalam kelas, mereka berpenampilan sangat mewah dengan barang-barang branded yang begitu mahal. Bangku khusus telah disiapkan untuk mereka berdua. Semua siswa tertunduk pada kedua gadis itu. Riris yang tak tau apa-apa hanya duduk terdiam karena Riris tak pernah sedikitpun melihat kedua gadis itu saat acara masa pengenalan siswa baru. Bel pun berbunyi pertanda kelas akan dimulai, Riris hanya duduk sendiri tak ada yang menawarkan diri untuk duduk sebangku dengan Riris namun, ia mencoba menerimanya dan tidak mau ambil pusing. Guru masuk kedalam kelas dan mulai memperkenalkan diri, karena ini hari pertama masuk maka tak ada pelajaran dan hanya ada perkenalan.


"Oke anak-anak karena hari ini hari pertama kalian maka ibu tidak akan mengadakan pelajaran, namun kita hanya kenalan saja ya dan sharing-sharing supaya kalian tambah saling kenal dan akrab," kata guru.


"Iya buuu," jawab para murid.


"Oke siapa yang mau memperkenalkan diri terlebih dahulu dan sharing-sharing tanpa ibu tunjuk," tanya guru.


"Saya bu," saut Riris sambil mengacungkan tangan


"Oke bagus sekali, silahkan maju kedepan," jawab guru.


"Selamat pagi teman-teman senang bertemu kalian semua, aku Riris Triyanti dari SMP 5 Gelora, salam kenal ya.... Semoga kita bisa akrab dan saling membantu," sambut Riris dengan senyum yang lebar.


"Wah salam kenal ya Riris, boleh nih sharing-sharing pengalaman kamu di sekolah dulu gimana?" kata guru.


Riris pun melanjutkan perkenalan dengan sharing mengenai berbagai macam kegiatan yang ia lakukan semasa SMP dulu dengan penuh semangat. Namun, terlihat murid lain tidak fokus memperhatikan dan mendengarkan cerita Riris. Akhirnya perkenalan Riris selesai dan guru menawarkan kembali siapa yang mau berkenalan. Maka saat itu majulah Rara memperkenalkan diri dan dilanjutkan Lina teman sebangkunya. Ketika keduanya berkenalan banyak siswa sangat antusias dan memperhatikan. Kini Riris pun tau nama kedua gadis tersebut dengan dandanan mewah itu yang ternyata Rara adalah anak seorang pengusaha terkenal dan Lisa adalah anak pemilik sekolah ini. Sekolah Riris memang bukan sekolah negeri namun, sekolah ini adalah sekolah yang begitu terkenal dan memiliki banyak prestasi karena itu Riris sangat senang masuk sekolah ini dan mendapatkan beasiswa.


Tiba saatnya jam istirahat Riris mengeluarkan bekal yang diberikan oleh ibunya, namun saat ia hendak membuka makanannya seketika makanan itu dilempar dan yang melempar adalah Rara.


"Maksud kamu apa sih, lempar makananku!" kata Riris dengan marah


"Hehh di sini sekolah elit ya nggak ada tuh bawa-bawa bekal dari rumah, udah apaan itu makanannya tempe sama mie! Ih najis banget!" kata Rara sambil menghina.


"Apa salahnya orang ini makanan halal bukan haram, lagian juga nggak ada larangan buat bawa bekal. Kemarin aja waktu MOS aku juga bawa bekal nggak dimarahin sama kakak pembimbing," jawab Riris.


"Itu kemarin waktu gue nggak ada sekarang gue ada dan gue udah buat peraturan ya berarti harus di turutin," kata Rara.


"Sekolah nggak buat peraturan kayak gitu ya, apa kerena kamu anak pejabat atau pengusaha atau yang lain buat peraturan itu," jawab Riris kembali.


" Iya..., karena disini gue anak pemilik sekolah ini jadi ketika Rara sahabat gue buat peraturan jadi lo harus turutin, lo mau gue suruh kepala sekolah buat keluarin lo bahkan di saat lo baru masuk ke sekolah ini!" saut Lina kemudian.


Keduanya kemudian meninggalkan Riris dan murid yang lain juga pergi begitu saja. Riris hanya bisa menangis sambil membersihkan makanan yang telah jatuh di lantai kelas. Hal yang didambakannya bisa mendapatkan teman yang menyenangkan kini pupus sudah, bahkan tak ada satupun murid yang membantunya ketika ia ditindas oleh Rara dan Lina.


Bersambung....(*)


Comments


Post: Blog2_Post

©2020 by Fish Flash News

bottom of page