top of page

RIMA MEGADIGMA

Writer: fishflashnewsfishflashnews

Penulis: Rizqy Qurnia

Editor: Wasiatul Ulumiah



Beristirahatlah kata-kata,

Kata orang yang binasa,

Biarlah menjadi duka

Menyebarlah luka

Lampiaskanlah derita

Hingga kita semua putus asa


Putus asa dalam kedengkian

Hingga mencapai batas kewajaran

Menunggu panggung kemunafikan

Untuk para penguasa yang memalukan


Ini bukan soal rima

Tanpa arti tanpa makna

Tebar janji dan pesona

Bicara tentang keadilan

Yang ternyata hanya bualan

Hidup tak sekedar kekosongan

Tapi juga darah kenyataan


Bila memilih tertangkap,

Penjara mana yang lebih baik?

Penjara negara,

atau penjara dusta?

Melihat dosa

Tapi tak bisa bersuara

Menahan amarah atas tanah yang terampas

Atas sakitnya orang yang termatikan

Oleh tikus penguasa yang bertahta


Bukan puisi sebenarnya,

Hanyalah karangan satire untuk yang merasa,

Membungkam suara,

Berdiri diatas kuasa,

Mengubar dusta,

Mengharap sebuah jatah(*)


Komentarze


Post: Blog2_Post

©2020 by Fish Flash News

bottom of page