TERSERET DUGAAN PENIPUAN JAKET, TERDUGA PIHAK VENDOR ANGKAT SUARA
- fishflashnews
- Jun 23, 2021
- 2 min read

Berita FFN – Kasus dugaan penipuan jaket yang diungkap oleh Menteri Ekonomi Kreatif melalui unggahan video pada instagram pribadinya @alakachmad pada Rabu (16/6) menyeret nama Widhi Arif Budiman, mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Airlangga sebagai pihak vendor yang akan melakukan penggarapan jaket. Setelah melakukan penandatanganan MoU dan penerimaan uang DP jaket total 20 juta, Widhi tidak bisa dihubungi hingga Alak berinisiatif untuk mendatangi alamat penjahit yang tertera dalam MoU. Hal tersebut membuahkan fakta bahwa alamat yang tertera adalah alamat palsu. Alamat tersebut adalah alamat usaha jasa jahit dan pemotongan kain. Menanggapi hal tersebut, Widhi pun akhirnya mulai angkat suara.
Jumat (18/06) bersamaan dengan diadakannya forum audiensi terbuka oleh DLM, Widhi mengunggah video klarifikasi pengakuan bersalahnya berdurasi kurang lebih 12 menit melalui instagram pribadinya @widhiarif13
“Memang saya melakukan sebuah kesalahan karena saya lalai dan tidak bisa membedakan mana kepentingan saya pribadi dan kepentingan bisnis,” Ungkapnya.
Widhi mengatakan bahwa dana yang diterima dari Alak digunakan secara pribadi untuk membantu keluarganya. Widhi menjelaskan bahwa tidak ada niatan untuk melakukan penggelapan dana maupun penipuan. Widhi juga mengaku sempat tidak dapat dihubungi dalam beberapa waktu lantaran kondisi badan dan psikis yang kurang baik, tetapi Widhi tidak memaparkan alasan pemalsuan alamat penjahit yang tertera pada MoU.
“Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang sudah terjadi dan insyaallah saya siap berkomitmen untuk bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini dengan mengganti semua uang yang saya terima dari saudara Alak,” Imbuhnya.
Namun, video tersebut menuai banyak kecaman pada kolom komentar lantaran Widhi dianggap melakukan klarifikasi dengan membaca teks dan penjelasan yang bertele-tele.
“Dalam analisa cara bicara dan tatapan mata. Sungguh, panjenengan berkata bukan dari hari nurani, melainkan dari instruksi organisasi dan skema yang sudah disusun rapi oleh ‘pihak lain’. Mas, lepas ‘bajumu’. Jadilah manusia yang berani berkata jujur dan bicara tentang kebenaran yang sesungguhnya,” tulis akun @irfanbasyier pada kolom komentar.(*)
Penulis : Kusnul Khotimah
Editor : Fida Fransisca
Comments