Penulis: Desi Ramadhani
Editor: Wasiatul Ulumiah

Berita FFN – Viradyah Lulut Santosa, mahasiswi Program Studi Akuakultur ini memiliki ketertarikan dalam bidang jurnalistik. Baru-baru ini, pihaknya turut berpartisipasi dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia. Tidak hanya itu, tulisan yang ia buat berhasil terpublikasi dalam koran nasional.
Ketika diwawancarai oleh tim Humas FFN UNAIR (3/10/2021), Vira–mahasiswa angkatan 2019–rupanya memang hobi di bidang jurnalistik sejak ia belia. Hal tersebut juga berkat dorongan ibundanya.
“Dulu dari SD, mamaku langganan majalah yang akhirnya ngebuat aku iseng-iseng baca, pengen banget suatu saat tulisanku dibaca banyak orang. Mamaku juga pernah berpesan kalau dengan membaca kita bisa mengetahui dunia, dan dengan menulis dunia bisa mengetahui kita. Aku sejak kecil sudah iseng menulis di blog. Namun, saat SMA, aku ikut lomba jurnalis zetizen. Dari situ aku dibimbing menulis berita yang bener, motret yang bener sama salah satu Lembaga Pers. Jadi hingga di titik ini, menulis sebagai nafasku. Ketika ingin ada yang dikeluhkan atau disampaikan di saat teman sedang repot, aku salurkan melalui tulisan,” ungkapnya.
Dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki kemampuan menulis yang sangat baik, menjadi alasan Vira tertarik di bidang tersebut.
“Kalau boleh mengutip dari kalimat penulis Mesir Sayyid Qutb “Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala. Namun, satu tulisan dapat menembus ribuan bahkan jutaan kepala," ujar Vira.
Terbukti sejak awal perkuliahan hingga saat ini, ia aktif menulis di berbagai media.
“Aku pas jadi maba (mahasiswa baru) pernah magang di FFN (Fish Flash News), saat ini berkecimpung di web humas FPK, sebagai editor di web ipm.or.id, dan sebagai penulis di Unair News. Namun, aku sadar semua yang sedang aku jalani bukan semata-mata karena aku, melainkan juga karena orang di sekitarku,” imbuhnya.
Dalam hidupnya, Vira selalu mencoba peluang yang ada. Karena baginya, kesempatan itu tidak datang dua kali. Dalam hal ini, dirinya berpesan bahwa semua orang memiliki preferensinya masing-masing. Layaknya budidaya intensif, semua teknisi memiliki preferensinya masing-masing misalnya dalam hal pemberian probiotik, hal itu disesuaikan masing-masing kolam tersebut.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa makna penting dalam kehidupan manusia yaitu produktif, padat amal, dan sibuk dengan karya. Hal itu senada dengan kutipan pada ayat Faidza Faraghta Fanshab artinya maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain.(*)
Comentarios